Jepang dikenal sebagai Negara Imperial (kerajaan) yang dipimpin oleh Kaisar
(Tenno). Dan ini menjadikan Jepang sebagai Negara satu-satunya di dunia yang dikepalai
oleh kaisar.
Dengan adanya kepercayaan animisme, Jepang yang beragamakan asli Shinto
ini menyembah kepada para dewa dan menghormati para leluhurnya. Bahkan perintah
kaisar Jepang dianggap sebagai titah Tuhan yang harus dijalankan. Ini menandakan
bahwa kaisar pun dianggap sebagai dewa (Tuhan).
Disebutkan dalam sejarah Jepang, pada zaman Muromachi, dimana klan
Ashikaga sebagai sei Taishogun membelot dari kaisar dan mendirikan kekaisaran
sendiri.Dengan demikian zaman yang dikenal dengan Istana Utara-Selatan memiliki
kaisar masing-masing sehingga Jepang memiliki dua kaisar sekaligus. Meski pada
dasarnya setelah kaisar Meiji mengeluarkan pernyataan tentang garis keturunan yang sah
dianggap sebagai kaisar adalah keturunan Istana Selatan.
2.1 Sejarah Kekaisaran Jepang
Menurun buku foklor Jepang, Wikipedia.com yang memberikan tentang
Jepang yang memiliki fase setiap zaman dan jika berbicara tentang sejarah kekaisaran
akan dimulai dari sejarahnya Akihito.
Berdasarkan keterangan yang didapat dari www.wikipedia.com, Akihito (lahir
23 Desember 1933 : umur 76 tahun) adalah kaisar Jepang ke 125, yang bertahta sejak
tahun 1989 menggantikan ayahnya kaisar Hirohito yang meninggal dunia. Akihito
merupakan putra pertama dan merupakan anak kelima kepada Kaisar Showa (Hirohito) dan Maharani Kojun (Nagako). Bergelar Tsugo no miya ( Putra Tsugo) semasa kanak-kanak, ia dibesarkan dan diajar oleh guru privat dan kemudian belajar disekolah anak laki-laki dan sekolah Menengah ketika itu,Pers School (Ghakushuin selepas 1947), 1940-52. Ia dipisahkan dari keluarganya pada usia tiga tahun.
Ketika kota Tokyo dibom oleh pihak Amerika pada Maret 1945, ia dan saudara mudanya,Pangeran Masahito (sekarang pangeran Hitachi), dipindahkan dari Tokyo.Ketika masa pendudukan Amerika selepas Perang Dunia II,Pangeran Akihito belajar inggris dengan Elizabeth Gray Vining sebagi gurunya.Pangeran Akihito kuliah sebentar di Jurusan Ilmu Politik di Universitas Gakushuin di Tokyo dan tidak menerima izasah. Walaupun ia merupakan putera mahkota. Takhta Bunga Seruni dari 23 Desember 1933, Perlantikan resmi sebagai pangeran ( Ritaishi no Rei) berlangsung pada 10 November 1951 di Istana Kaisar.
Pada Juni 1953, Pangeran Akihito mewakili Jepang sebagai utusan dalam upacara pelantikan Ratu Elisabeth II Britania Raya. Pada tanggal 10 April 1959, ia menikah dengan Michiko Shoda (lahir 24 Oktober 1934), anak perempuan Shoda Hidesburo, presiden komisaris Industri Tepung Nissin.
Perkawinan tersebut menerobos tradisi karena Michiko Shoda bukan seorang keturunan bangsawan yang pertama menikah dengan keluarga kerajaan. Selepas itu, Pangeran Akihito dan puteri Michiko mengadakan kunjungan resmi ke 37 negara. Pangeran Akihito naik taklhta setelah kaisar setelah Kaisar Hirohito wafat pada 7 januari 1989 dan secara resmi menjadi kaiar Jepang yang ke 125 pada 12 November 1990.
Semenjak naik takhta kekaisaran, kaisar ini berusaha untuk mendekatkan keluarga kaisar dengan masyarakat Jepang.ia mengadakan kunjungan resmi ke 18 negara, termasuk ke 47 prefektur di Jepang.Kaisar Akihito dan Ratu Michiko di karuniai tiga putra: Pangeran Naruhito (lahir 23 Februari 1960), Pangeran Akishino ( lahir 11 November 1965), dan Puteri Sayako Nori ( gelar , Nori no Miya atau Puteri Nori lahir 18 April1969).